-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PLN Gerak Cepat Pulihkan Trauma Anak dan Ibu dan Dukungan Psikosial di Aceh Utara Paska Bencana

Jumat, 13 Februari 2026 | 20.57 WIB | Last Updated 2026-02-14T04:58:15Z


Srikandi PLN UID Aceh berfoto bersama peserta kegiatan Trauma Healing & Dukungan Psikososial bertajuk “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat” di Masjid Raya Baiturrahim (Masjid Rayeuk), Desa Langkahan, Aceh Utara, Kamis (12/2). Kegiatan ini menyasar 73 ibu dan 51 anak terdampak bencana sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemulihan psikologis kelompok rentan pascabencana.


ACEH UTARA, 12 Februari 2026 – Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menggelar kegiatan Trauma Healing & Dukungan Psikososial bertajuk “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat” bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahim (Masjid


Rayeuk) ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menerapkan prinsip inklusi sosial, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada kelompok rentan pascabencana.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa bantuan PLN tidak hanya berhenti pada aspek teknis kelistrikan.
Anak-anak terdampak bencana menunjukkan hasil gambar mereka dalam sesi aktivitas kreatif pada program Trauma Healing & Dukungan Psikososial yang digelar Srikandi PLN UID Aceh. Melalui pendekatan bermain dan ekspresi seni, anak-anak didampingi untuk mengelola pengalaman traumatis secara positif serta membangun kembali rasa aman dan harapan.


"Kami hadir memberikan dukungan menyeluruh. Melalui trauma healing ini, PLN ingin memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapat pendampingan psikologis yang tepat agar mampu bangkit dan pulih lebih cepat dari dampak bencana,"
ujar Eddi.
Srikandi PLN UID Aceh mendampingi anak-anak dalam kegiatan menggambar di lokasi pengungsian Desa Langkahan. Pendampingan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi, sekaligus memperkuat dukungan sosial dan ketahanan mental secara bertahap.

Program ini menyasar kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Sebanyak 73 ibu-ibu dan 51 anak-anak mengikuti sesi pendampingan psikososial yang dirancang untuk membantu memulihkan kondisi mementdan emosional, meredakan kecemasan, serta membangun kembali rasa aman danharapan setelah mengalami peristiwa bencana.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas ramah anak,
seperti bermain bersama, menggambar, dan mengekspresikan perasaan melalui media kreatif. Pendekatan ini bertujuan membantu anak-anak mengelola pengalaman traumatis secara positif, sekaligus mendorong proses pemulihan psikologis secara bertahap. 
Seorang psikolog memberikan motivasi dan sesi penguatan mental kepada para ibu dalam rangkaian kegiatan Trauma Healing & Dukungan Psikososial di Masjid Raya Baiturrahim, Aceh Utara. Sesi ini dirancang untuk membantu peserta meredakan kecemasan, berbagi pengalaman, serta membangun kembali optimisme agar dapat bangkit lebih kuat pascabencana.


Sementara itu, para ibu mendapatkan ruang dialog dan pendampingan yang
memungkinkan mereka berbagi pengalaman, memperkuat dukungan sosial, serta meningkatkan ketahanan mental secara kolektif.

Ketua Srikandi PLN UID Aceh, Octi Dwina Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PLN dalam mendukung pemulihan
kemanusiaan masyarakat terdampak bencana.

“PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga berkomitmen mendampingi masyarakat dalam aspek sosial dan kemanusiaan. Program trauma healing ini merupakan implementasi prinsip inklusi sosial PLN, dengan memastikankelompok rentan memperoleh dukungan yang adil dan setara untuk memulihkan keseimbangan emosi dan mental agar dapat bangkit kembali,” ujar Octi, yang juga menjabat sebagai Gender Focal Point PLN UID Aceh.

Kegiatan Trauma Healing & Dukungan Psikososial ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan kesehatan mental dan psikososial, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui perlindungan perempuan dalam
situasi krisis, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memastikan kelompok rentan memperoleh akses bantuan yang inklusif.
Melalui peran aktif para Srikandi PLN, diharapkan para pengungsi, khususnya
perempuan dan anak-anak, dapat kembali menemukan keceriaan, rasa aman, serta kestabilan psikologis pascatragedi kemanusiaan yang dialami. 

PLN berkomitmen untuk
terus hadir dan mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga dalam pemulihan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan.[]
close