-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh Hampir Rampung

Selasa, 07 April 2026 | 05.57 WIB | Last Updated 2026-04-07T12:58:05Z
Banda Aceh – Ketua Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa proses penanganan bencana saat ini masih terus berlangsung dan hampir seluruh sektor telah pulih.
“Semua sektor hampir rampung seluruhnya, meskipun saat ini masih dalam kategori tanggap darurat,” ujar Safrizal dalam kegiatan media gathering Posko Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Safrizal yang didampingi Wakil Ketua Posko, Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, serta Ketua PWI Aceh, memaparkan berbagai capaian penanganan selama empat bulan terakhir.
Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan realisasi penanganan telah mendekati 100 persen. Namun demikian, dampak bencana susulan masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.
“Setiap permasalahan baru yang muncul langsung kita tangani,” katanya.
Terkait hunian sementara (huntara) dan masih adanya korban yang tinggal di tenda pengungsian, Safrizal mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan huntara dilakukan berdasarkan data yang terus diperbarui secara bertahap.
“Korban datang tidak sekaligus, tetapi bertahap. Maka setiap kebutuhan langsung kami tindaklanjuti,” jelasnya.
Selain itu, Safrizal yang juga mantan Penjabat Gubernur Aceh mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatra mencapai sekitar Rp200 triliun. Anggaran tersebut direncanakan akan direalisasikan dalam kurun waktu tiga tahun.
“Seluruh kebutuhan anggaran telah dituangkan dalam dokumen dan saat ini menunggu persetujuan Presiden,” ungkapnya.
Kegiatan media gathering ini menjadi yang pertama digelar oleh posko wilayah dan dihadiri berbagai organisasi wartawan serta perusahaan media massa di Aceh. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk transparansi dan komunikasi publik.
close