Perwakilan PLN Dan Ketua DPRK Banda Aceh meninjau langsung operasional mesin sangrai kopi modern sebagai bagian dari dukungan program pemberdayaan UMKM melalui bantuan fasilitas usaha.
BANDA ACEH - Mempertegas komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pendidikan Islam, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh merealisasikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pengembangan usaha produktif. Program kolaborasi ini diwujudkan lewat peresmian KAFA Coffee and Roastery, sebuah unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Produsen Bilistiwa Al-Fatih Aceh di bawah naungan Pesantren Kuttab Al-Fatih Aceh.
Program TJSL ini difokuskan secara khusus pada pemberdayaan sosial masyarakat serta pembangunan kemandirian ekonomi berbasis wakaf. Kehadiran KAFA Coffee and Roastery diproyeksikan menjadi sumber pendanaan yang berkelanjutan, di mana seluruh hasil usaha dikembalikan untuk membiayai insentif tenaga pendidik, menunjang biaya operasional harian Kuttab, serta memperbaiki infrastruktur belajar mengajar bagi para santri. Lebih dari itu, program ini juga menciptakan ekosistem yang memberdayakan masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja, pemberian pelatihan keahlian spesifik seperti roasting kopi dan kompetensi barista, serta membangun kemitraan yang berkesinambungan dengan para petani kopi lokal.
Melalui program PLN Peduli, perseroan memberikan pendampingan dan dukungan nyata bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi.
General Manager PT PLN (Persero) UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa langkah strategis ini sangat selaras dengan prinsip keberlanjutan perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Bantuan TJSL ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat. Kami berharap KAFA Coffee and Roastery tidak hanya menjadi unit usaha yang mandiri, tetapi juga mampu memberikan dampak dan manfaat sosial yang luas bagi kelancaran pendidikan para santri, kesejahteraan guru, serta perekonomian masyarakat sekitar," ungkap Eddi.
Hal senada turut disampaikan oleh Ketua Koperasi Bilistiwa Al-Fatih Aceh, Irwan Faisal, yang mengapresiasi penuh dukungan kepedulian korporat dari PLN.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari PLN UID Aceh. Melalui kolaborasi ini, unit usaha produktif berbasis wakaf dapat beroperasi secara penuh. Ini sangat membantu kami dalam mewujudkan visi kemandirian finansial lembaga pendidikan, sekaligus menghadirkan model pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat positif bagi para guru, santri, dan masyarakat luas," tuturnya.
Ke depan, PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan keandalan pasokan listrik yang prima sekaligus secara konsisten mendukung program-program sosial, pendidikan, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.
Sebagai bentuk kemudahan dalam mengakses layanan kelistrikan secara cepat dan praktis, PLN mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile. Berbagai kebutuhan mulai dari pembayaran tagihan, pembelian token, pengajuan tambah daya, hingga layanan pengaduan pelanggan dapat diakses dalam satu genggaman melalui PLN Mobile yang dapat diunduh di PlayStore maupun AppStore.[]
