-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Om Sur Apresiasi Antusiasme Generasi Z dan Masyarakat Aceh Ikuti Tausiyah

Jumat, 19 Juni 2026 | 11.09 WIB | Last Updated 2026-06-19T18:09:53Z
BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Aceh, khususnya kalangan Generasi Z, yang tetap antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Adi Hidayat dalam rangkaian Bhayangkara Fest 2026 di Lapangan Merah Polda Aceh, Jumat malam (19/6/2026).

Meski hujan mengguyur lokasi kegiatan, ribuan jamaah tetap bertahan hingga akhir acara untuk mendengarkan ceramah keagamaan yang disampaikan dai nasional tersebut. Menurut Om Sur, hal itu menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Aceh masih memiliki kecintaan yang besar terhadap majelis ilmu dan dakwah Islam.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh masyarakat Aceh, terutama anak-anak muda dan Generasi Z yang tetap bertahan mendengarkan tausiyah Ustaz Adi Hidayat walaupun hujan turun. Ini menunjukkan semangat menuntut ilmu agama di Aceh masih sangat tinggi,” ujar Om Sur.

Kegiatan Bhayangkara Fest 2026 juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Turut hadir Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, yang menyaksikan langsung tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian acara tersebut.

Selain memberikan apresiasi kepada masyarakat, Om Sur juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia dan jajaran penyelenggara yang dinilai berhasil menciptakan suasana yang tertib, aman, nyaman, dan humanis selama berlangsungnya kegiatan.

Ia menilai tudingan sebagian pihak yang menyebut Bhayangkara Fest 2026 melanggar syariat Islam tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Menurutnya, panitia telah menerapkan pengaturan yang memperhatikan nilai-nilai syariat Islam dan kearifan lokal Aceh sejak awal kegiatan berlangsung.

“Ada yang mengatakan acara ini melanggar syariat. Namun faktanya, sejak masyarakat datang ke lokasi, panitia telah mengarahkan peserta dengan baik.

Jamaah perempuan ditempatkan di sisi kanan, sementara jamaah laki-laki berada di sisi kiri. Ini menunjukkan panitia tetap memperhatikan norma dan nilai-nilai syariat yang berlaku di Aceh,” tegasnya.
Menurut Om Sur, pengaturan tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggara tidak hanya fokus pada kesuksesan acara, tetapi juga berupaya menjaga ketertiban, kenyamanan, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Aceh.
“Saya juga mengapresiasi seluruh panitia Bhayangkara Fest 2026 yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Suasana yang tercipta sangat humanis, damai, tertib, dan nyaman. Masyarakat yang hadir merasa aman dan menikmati kegiatan dengan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam Bhayangkara Fest 2026 dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh pelaksanaan kegiatan publik yang mengedepankan nilai edukasi, dakwah, persatuan, serta kedekatan antara masyarakat dengan institusi negara.
Bhayangkara Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari

Bhayangkara yang menghadirkan berbagai kegiatan sosial, budaya, hiburan, dan keagamaan. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh, termasuk kalangan generasi muda, menunjukkan tingginya dukungan publik terhadap kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan, persaudaraan, serta nilai-nilai religius di Tanah Rencong.[]
close