-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Keandalan Pelayanan Masyarakat Saat Krisis, PLN Hadirkan Fasilitas "Disaster Recovery Center"

Rabu, 16 September 2026 | 12.11 WIB | Last Updated 2026-09-16T19:11:51Z
Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri didampingi GM PLN UID Aceh Eddi Saputra melakukan inspeksi deretan armada pendukung operasional kelistrikan (Skylift, Mobile Crane, Double Cabin 4WD) di lapangan UP2D Aceh. Gelar pasukan ini memastikan kesiapan respons cepat pascabencana.

BANDA ACEH, 16 September 2026 - Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, meresmikan fasilitas Pusat Pemulihan Bencana (Disaster Recovery Center / DRC) di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh, Rabu (16/9/2026). 

Peresmian ini ditandai dengan unjuk kesiapan belasan armada tempur kelistrikan dan turut dihadiri oleh Anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), M. Dirhamsyah.

"Fasilitas ini untuk antisipasi agar kita bisa memulihkan sistem secepat-cepatnya demi melayani masyarakat," ujar Arsyadany di sela peresmian tersebut.

Lebih lanjut, Direktur Distribusi PLN tersebut memaparkan bahwa DRC dirancang terintegrasi agar cepat tanggap terhadap laporan warga.

Misalnya terjadi gangguan, kebakaran, atau banjir, informasi dari warga akan langsung ter-generate dan diteruskan kepada petugas-petugas kita yang tersebar. Sehingga petugas akan lebih mudah mengetahui di mana ada bencana, dan dia akan lebih cepat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan," paparnya.
Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri memotong pita meresmikan Pusat Pemulihan Bencana (Disaster Recovery Center/DRC) di Banda Aceh (16/9/2026), didampingi Prof. M. Dirhamsyah (BNPB) dan GM PLN UID Aceh Eddi Saputra.

Menyambung momentum tersebut, General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa dalam menghadapi setiap krisis kelistrikan, hal utama yang langsung saya kedepankan adalah meninjau langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan eksekusi pemulihan berjalan maksimal di garis depan," tegas Eddi.

"Lebih dari itu, setiap penanganan di lapangan diiringi dengan proses komunikasi, pelaporan, dan evaluasi pasca sebagai wujud komitmen perbaikan berkelanjutan dari PLN UID Aceh," sambungnya.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero) meninjau langsung showcase kesiapsiagaan tim tanggap darurat beserta belasan armada pendukung siaga bencana. Peninjauan ini dilakukan tepat sebelum peresmian ruang Disaster Recovery Center (DRC).

Dukungan senada terhadap langkah strategis PLN ini turut disampaikan oleh Dirhamsyah. Tokoh yang menjabat sebagai Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini menilai sistem yang terintegrasi sangat diperlukan dalam kondisi krisis.

"Inisiatif pembangunan Disaster Recovery Center ini merupakan upaya sejalan dengan pilar ketangguhan bencana nasional. Keberadaan pusat komando yang memadukan data risiko, kesiapan armada, dan teknologi secara langsung akan mempercepat masa tanggap darurat kelistrikan. Hal ini sangat penting, tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi juga untuk menjamin keselamatan dan percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak," papar Dirhamsyah.

Mengiringi peresmian tersebut, rombongan meninjau langsung gelar pasukan dan armada pendukung operasional. Kesiapan ini mencakup Unit Pelayanan Teknik (Yantek) sebagai garda terdepan, armada jangkauan udara (Skylift), serta Derek Bergerak (Mobile Crane) untuk memobilisasi material berat.

Guna memastikan layanan tanpa henti, disiagakan pula Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Sentuh Langsung yang mampu melakukan perbaikan tanpa pemadaman, serta Unit Deteksi Kabel Tanah untuk melacak titik kerusakan secara akurat. Dukungan kendali darurat diperkuat dengan Pusat Komando Operasi Bergerak (Mobile Operation Command Center) dan Sistem Kendali Mini Bergerak (Mini SCADA Mobile). Kedua fasilitas ini memungkinkan pemantauan dan manuver jaringan secara langsung di lokasi bencana apabila pusat kendali utama terganggu.
Tim Detasemen Layanan Khusus (Deyansus) PLN UID Aceh bersiaga di depan unit Battery Energy Storage System (BESS) Mobile. Tim Deyansus memperkuat komando Disaster Recovery Center (DRC) untuk memastikan pemulihan kelistrikan yang cepat, aman, dan tuntas hingga ke rumah pelanggan.

Sebagai penopang daya sementara, PLN menyiagakan Unit Kabel Bergerak (UKB), Unit Gardu Bergerak (UGB), Pembangkit Listrik Bergerak (Genset Mobile), hingga Pasokan Daya Tanpa Jeda (UPS Mobile). Turut dipamerkan teknologi canggih Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) yang mampu menjaga kualitas daya dan mempercepat pemulihan sistem secara mandiri. Seluruh operasional unit bergerak ini dieksekusi oleh Tim Detasemen Layanan Khusus (Deyansus) dan Tim Pemeliharaan UP2D Aceh.[]
close