Sinaraceh.com | Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh kembali gelar Meuseuraya Festival 2026 pada 22-25 Oktober 2026 mendatang. Tema yang diusung kali ini "Meukarya Wastra Indatu: Menenun Warisan, Merajut Daya Saing Aceh”, festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat potensi wastra, UMKM, serta seni dan budaya Aceh.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini menyampaikan, festival ini dapat menjadi peluang lebih besar bagi pelaku UMKM, khususnya di Aceh, terlebih pascabencana tahun lalu. Sementara ini, terkait inflasi BI terus melakukan pemantauan terkait penyumbang inflasi yang dominan. Pada September 2026, inflasi Provinsi Aceh tercatat sebesar 0,36% (mtm) atau 5,03% (yoy).
"Tekanan inflasi pada bulan September didorong oleh kenaikan harga cabai merah karena sentra produksi di Aceh Tengah masih dalam fase tanam panen diperkirakan akhir Oktober–November serta musim kemarau panjang yang menekan harga cabai secara nasional," ucapnya dalam BBM di Hoco Cafe, Senin (5/10/2026).
Sebutnya, tekanan harga turut dipicu oleh peningkatan permintaan bahan pangan seperti daging ayam ras seiring perayaan Maulid Nabi, serta meningkatnya biaya harga pakan ternak. Secara spasial, inflasi tahunan tertinggi pada September 2026 dicatatkan oleh Kabupaten Aceh Tengah sebesar 5,86% (yoy), sementara tingkat
inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,61% (yoy), sejalan dengan realisasi pergerakan harga bulanannya yang mengalami deflasi.
"Pasokan kurang kita bantu distribusi baik dari luar Aceh atau antarkota, itu yang bisa dilakukan, semoga semuanya lebih stabil dan cepat dari pascabencana," pungkasnya [Reporter : Auliana Rizky]
