MEDAN - Kepastian pemulangan jenazah almarhum Iskandar Muda, pekerja migran asal Kabupaten Aceh Tenggara yang wafat akibat kecelakaan kerja di Klang, Malaysia, direspon cepat oleh jajaran pemangku kebijakan daerah. Pada Sabtu (24/10/2026), pukul 16.30.
prosesi penjemputan dan penyerahan jenazah di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, berlangsung khidmat dengan pendampingan langsung dari unsur legislatif dan eksekutif Provinsi Aceh.
Yahdi Hasan, M.I.Kom., yang hadir sebagai utusan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR Aceh Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Aceh, bergerak cepat menuju Medan melalui jalur darat setelah menerima kepastian jadwal penerbangan jenazah dari Malaysia. Yahdi bertolak dari Banda Aceh pada Kamis malam pukul 21.00 WIB untuk memastikan proses fasilitasi penjemputan berjalan lancar tanpa kendala birokrasi.
Sinergi Kebijakan dan Kepedulian Sosial
Pesawat yang membawa jenazah almarhum Iskandar Muda mendarat di Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 15.30. WIB. Di kargo bandara, Yahdi Hasan bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Budi Afrizal menyambut ketibaan jenazah sekaligus menyerahkan dukungan moral dan logistik kepada pihak keluarga yang hadir.
Proses penjemputan ini turut dihadiri langsung oleh keluarga inti almarhum, meliputi istri, anak tertua, abang tertua, serta kerabat dekat yang bertolak dari Aceh Tenggara.
“Kehadiran kami merupakan wujud tanggung jawab moral dan komitmen pelayanan publik untuk memastikan bahwa negara dan pemerintah daerah hadir di tengah duka masyarakat. Almarhum adalah pejuang keluarga yang gugur saat berikhtiar mencari nafkah. Sinergi antara Forbes DPRA, Dinas Sosial Aceh, dan pemangku kepentingan diplomasi pemulangan ini adalah bentuk penghormatan terakhir kita kepada almarhum,” ujar Yahdi Hasan di lokasi penjemputan.
Menegaskan Perlindungan Pekerja Migran Aceh
Wafatnya almarhum Iskandar Muda akibat kecelakaan kerja di Klang, Malaysia, kembali menegaskan pentingnya penguatan jaringan perlindungan dan advokasi sosial bagi masyarakat Aceh yang bekerja di luar negeri. Tragedi ini menjadi perhatian serius jajaran wakil rakyat dan Pemerintah Aceh dalam membangun sistem mitigasi serta penanganan krisis perlindungan warga negara di mancanegara.
Peristiwa ini menyatu dalam keprihatinan kolektif masyarakat Aceh Tenggara atas musibah yang menimpa salah satu putra daerah terbaiknya. Setelah seluruh proses administrasi serah terima di Bandara Kualanamu selesai, jenazah almarhum langsung diberangkatkan menuju kampung halaman di Kabupaten Aceh Tenggara melalui jalur darat Menggunakan Mobil Ambulan RSU Sahodin Kuta Cane dan di dampingi Mobil keluarga.
diproses secara fardu kifayah dan dimakamkan oleh pihak keluarga. (Husni)
