-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dukung Pendidikan Anak Yatim, SMAN 8 Takengon Gandeng Yayasan Noordeen

Minggu, 09 November 2025 | 11.45 WIB | Last Updated 2025-11-09T19:45:38Z

TAKENGON – SMA Negeri 8 Takengon Unggul, Kabupaten Aceh Tengah, resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Noordeen dalam rangka mendukung pendidikan anak yatim. Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pada Jumat (10/10/2025) di ruang kepala sekolah SMAN 8 Takengon Unggul.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala SMAN 8 Takengon Unggul, Syafrudin SPd, dan Ketua Yayasan Noordeen, Eva Wahyuni SP. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan dukungan pendidikan serta kesejahteraan bagi anak-anak yatim yang menjadi binaan Yayasan Noordeen dan bersekolah di SMAN 8 Takengon Unggul.

Kepala sekolah, Syafrudin SPd, saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/10) menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membebaskan biaya sekolah bagi siswa yatim, serta memberikan bantuan berupa alat tulis sekolah.

“Dalam MoU ini, pihak sekolah berkomitmen membebaskan siswa yatim dari biaya sekolah dan menyediakan bantuan alat tulis. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap peserta didik yang membutuhkan dukungan agar bisa belajar dengan tenang dan berprestasi,” ujarnya.


Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Yayasan Noordeen akan memberikan data siswa yatim binaan, mendampingi mereka selama masa studi, serta berkoordinasi secara berkala dengan pihak sekolah untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi,” tambah Syafrudin.

Ketua Yayasan Noordeen, Eva Wahyuni SP, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas keterbukaan dan komitmennya dalam mendukung anak-anak binaan yayasan.

“Kami berterima kasih kepada SMAN 8 Takengon Unggul yang telah membuka ruang kolaborasi ini. Dengan sinergi bersama, kami yakin anak-anak binaan kami dapat tumbuh menjadi generasi cerdas dan berakhlak baik,” kata Eva.

Ia juga menambahkan bahwa MoU ini akan berlaku selama dua tahun ke depan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Eva berharap, kerja sama ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. (Adv)


close