-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pascabencana Ekonomi Aceh Melemah, Bank Indonesia Terus Dukung Pemulihannya

Rabu, 21 Januari 2026 | 05.17 WIB | Last Updated 2026-01-21T13:17:52Z
Sinaraceh.com | Banda Aceh - Akibat bencana hidrometeorologi pada 18 kabupaten/kota berdampak langsung pada masyarakat, lahan pertanian, jalur distribusi, dan fasilitas umum lainnya membuat perekonomian Aceh pada 2025 secara keseluruhan tumbuh pada kisaran 3,50-4,40% (yoy).

Namun, pada Januari 2026 tahun baru ini perekonomian Aceh inflasinya mulai menurun dan lebih membaik dari sebelumnya. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam kegiatan Bincang-Bincang Media di Tropicollo Cafe, Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).

Hingga Desember 2025, inflasi Provinsi Aceh berada di angka 6,71% (yoy) akibat bencana Hidrometeorologi pada akhir November yang memutus jalur distribusi dan juga mengganggu produksi berbagai komoditas strategis. Inflasi Aceh meningkat 3,60% (mtm) pada Desember 2025, jauh di atas rata-rata inflasi bulan Desember selama 3 tahun terakhir sebesar 0,53% (mtm). Diprakirakan inflasi pada bulan Januari 2026 menurun karena normalisasi pasca bencana.

Dalam kegiatan tersebut, Agus Chusaini menyampaikan banjir bandang Aceh tahun 2025 memengaruhi ekonomi Aceh, pasokan sama sekali tak masuk akibat jembatan putus, air naik sampai bermeter-meter, masyarakat tidak beraktivitas seperti biasanya sehingga berdampak pada inflasi Aceh.

"Distribusi bidang pertanian saat itu rusak, belum lgi sawah dan tambak masyarakat terendam banjir ribuan hektar," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, Januari mulai menurun dan diharapkan Februari makin lebih baik dari sebelumnya. Apalagi jelang ramadan Bank Indonesia terus mendukung upaya penurunan inflasi. Bank Indonesia KPw Aceh senantiasa menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya pemulihan ekonomi pascabencana dan pengendalian inflasi. 

"Untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, pada tahun 2026 BI Aceh akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengakselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,"pungkasnya [Auliana Rizky]
close