-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PLN UID Aceh Layani Pasokan 5,19 MVA, Dukung Revolusi Truk Listrik PT MIFA Bersaudara

Minggu, 19 April 2026 | 17.42 WIB | Last Updated 2026-04-20T00:42:54Z


Prosesi simbolis pemotongan pita menandai dimulainya (kick off) proyek penyediaan listrik untuk fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging di area operasional PT MIFA Bersaudara. Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi elektrifikasi alat berat sebagai upaya pengurangan konsumsi BBM dan emisi karbon di sektor pertambangan.


BANDA ACEH, 16 April 2026 — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong transisi energi di sektor industri. Salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN UP3 Meulaboh dan PT MIFA Bersaudara terkait penyediaan pasokan listrik untuk fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging di kawasan operasional tambang batu bara.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung elektrifikasi alat berat, khususnya pada aktivitas hauling batu bara, guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menekan emisi karbon di lingkungan pertambangan.

Dalam kesepakatan tersebut, kebutuhan daya yang diajukan mencapai 5,19 MVA. Angka ini mencerminkan skala transformasi energi yang tengah diupayakan, sekaligus menunjukkan komitmen kedua pihak dalam menghadirkan sistem operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Wakil Kepala Teknik Tambang, Abdul Haris yang mewakili Kepala Teknik Tambang Hadi Firmansah pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur charging station ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, langkah ini juga menjadi strategi adaptif di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.
Manajemen PLN UP3 Meulaboh dan PT MIFA Bersaudara menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) usai penandatanganan kerja sama penyediaan pasokan listrik sebesar 5,19 MVA untuk mendukung operasional EV Charging Station di kawasan tambang.

“Pembangunan charging station ini kami harapkan dapat menekan penggunaan BBM pada operasional hauling batu bara. Di sisi lain, kondisi geopolitik global saat ini turut memengaruhi harga energi, sehingga elektrifikasi menjadi solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kami berharap PLN dapat memenuhi kebutuhan kelistrikan ini sesuai target operasi pada 1 Juli 2026,” ujar Abdul Haris.

Manager PLN UP3 Meulaboh, Achmad Ariansyah menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung kebutuhan kelistrikan untuk proyek strategis ini, termasuk dari sisi keandalan pasokan dan percepatan penyambungan.

“PLN UP3 Meulaboh siap mendukung penuh penyediaan listrik untuk charging station ini, baik dari sisi keandalan sistem maupun ketepatan waktu penyambungan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai target sehingga dapat mendukung operasional PT MIFA Bersaudara secara optimal,” ujar Achmad.
Foto bersama jajaran PLN UP3 Meulaboh dan PT MIFA Bersaudara usai penandatanganan MoU pasang baru EV Charging daya 5,19 MVA, sebagai wujud sinergi dalam mendorong transisi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di sektor industri pertambangan.

Melalui kolaborasi ini, PLN UP3 Meulaboh memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang andal guna mendukung operasional industri berbasis energi bersih. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di sektor industri.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra menegaskan bahwa sinergi antara PLN dan pelaku industri merupakan kunci dalam mempercepat agenda transisi energi nasional.

“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung transformasi energi di berbagai sektor, termasuk industri pertambangan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa elektrifikasi bukan hanya kebutuhan masa depan, tetapi juga solusi strategis saat ini dalam menekan emisi dan meningkatkan efisiensi operasional,” tutup Eddi.[]
close