-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dukung Investasi Sabang, PLN Siap Jamin Keandalan Energi dan Pacu Transisi Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 00.29 WIB | Last Updated 2026-06-19T07:29:17Z


Tim teknis PLN UID Aceh memantau kesiapan mesin di PLTD Aneuk Laot, Sabang, Juni 2026. Monitoring ini rutin dilakukan guna memastikan pasokan daya di pulau terluar tetap andal dan stabil, sekaligus menjamin kesiapan kelistrikan dalam menyambut masuknya investasi baru di kawasan tersebut.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menegaskan kesiapan PLN merancang sistem kelistrikan yang sinkron dengan rencana induk BPKS Sabang pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Banda Aceh, kemarin (18/6). Langkah strategis ini diambil dengan terus memantau tren pertumbuhan demand agar penyediaan energi mampu mendorong optimalisasi kawasan niaga secara tepat sasaran.
Suasana Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI bersama jajaran manajemen PLN dan BPKS di Banda Aceh, kemarin (18/6). Pertemuan ini digelar sebagai wadah koordinasi untuk memastikan arah pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan sinkron dengan rencana pengembangan kawasan ekonomi di Aceh dan Sabang.

BANDA ACEH, 18 JUNI 2026 – PT PLN (Persero) menegaskan komitmen penuh dalam mengawal kesiapan dan keandalan pasokan energi kelistrikan guna mendukung optimalisasi Kawasan Sabang sebagai pusat logistik, pariwisata, industri, dan investasi. Langkah strategis ini mengemuka dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Aceh dalam rangka evaluasi kesiapan energi di wilayah tersebut yang dilaksanakan pada Kamis (18/6).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. Drs. H.A.M. Nurdin Halid, menekankan bahwa PT PLN (Persero) memegang peranan paling langsung dalam menjamin kesiapan energi di Kawasan Sabang. PLN perlu menyampaikan secara terbuka kondisi kapasitas terpasang, daya mampu, beban puncak, cadangan daya, kondisi mesin pembangkit, serta tingkat gangguan jaringan.

"Keterbukaan data mengenai kondisi kelistrikan harus menjadi dasar utama untuk menilai apakah sistem kelistrikan saat ini cukup andal dalam mendukung pertumbuhan kegiatan logistik, pariwisata, industri, dan investasi," tegas Nurdin Halid.

Merespons hal tersebut, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menyatakan dukungan penuh korporasi terhadap visi strategis Komisi VI DPR RI. Beliau menegaskan bahwa PLN secara proaktif memantau perkembangan tren permintaan (demand) listrik di Aceh dan Sabang, sekaligus menyatakan kesiapannya untuk merancang infrastruktur kelistrikan yang terintegrasi.

"Rancangan sistem ini dibangun melalui kerja sama erat dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), sehingga penyediaan energi listrik nantinya dapat berjalan sinkron dan selaras dengan rencana induk pengembangan wilayah yang dirancang oleh BPKS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi setempat," ujar Adi Priyanto.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, memaparkan secara terbuka data operasional sistem kelistrikan Pulau Sabang saat ini. Tercatat, sistem kelistrikan Sabang memiliki Kapasitas Terpasang sebesar 10.620 kW (10,62 MW) yang dipasok oleh PLTD Cot Abeuk (3,45 MW), PLTD Sewa (3 MW), dan PLTD Aneuk Laot (2,75 MW).

Dari kapasitas tersebut, Daya Mampu Pasok (DMP) riil sistem mencapai 9.200 kW (9,20 MW), sementara Beban Puncak (BP) tertinggi berada di angka 6,61 MW (71,9% dari bauran komposisi beban). Dengan demikian, terdapat Total Reserve Margin atau cadangan daya aman sebesar 2,59 MW atau setara dengan 28,1%.

"Data tren keandalan kami menunjukkan daya mampu pasok selalu berada jauh di atas beban puncak, sehingga pasokan listrik di Sabang dalam kondisi sangat aman dan siap menyambung daya baru bagi industri," jelas Eddi Saputra.

Untuk menjaga keberlangsungan pasokan kelistrikan tersebut, Eddi Saputra membagi strategi pengembangan menjadi dua tahapan aksi nyata:
1. Strategi Jangka Pendek: PLN fokus memperkuat cadangan pembangkit, melakukan pemeliharaan mesin secara berkala, memastikan kesiapan suku cadang dan jaringan distribusi, serta mengoptimalkan sistem penanganan gangguan.

2. Strategi Jangka Menengah dan Panjang: PLN secara agresif menjalankan program eliminasi BBM di Sistem Sabang dengan mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) secara bertahap menuju bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Baterai (BESS) agar dapat beroperasi penuh 24 jam.[]
close