-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PLN UID Aceh Wujudkan Kampus Hijau Melalui Program Bank Sampah di Politeknik Negeri Lhokseumawe

Jumat, 26 Juni 2026 | 05.59 WIB | Last Updated 2026-06-26T12:59:24Z
Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe dengan antusias sedang mempraktikkan proses pemilahan dan pengolahan limbah organik menggunakan sarung tangan pelindung, sebagai bagian dari program edukasi 'Kampus Hijau' yang didukung oleh PLN UID Aceh.

BANDA ACEH - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bekerja sama dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), PLN menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk Pengembangan Program Bank Sampah yang dikelola oleh Komunitas Pecinta Lingkungan Bersih dari Sampah (KAPLING PAS) di lingkungan kampus vokasi tersebut.

General Manager PT PLN (Persero) UID Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam mendukung terciptanya ekosistem lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. “Kami berharap bantuan peralatan pengolahan sampah ini tidak hanya mengatasi permasalahan limbah di kampus, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial bagi mahasiswa serta memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar,” ujar Eddi.

Melalui program kolaborasi ini, limbah organik maupun anorganik yang dihasilkan di lingkungan kampus dikumpulkan dan diolah secara terintegrasi menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk kompos dan pupuk cair. Hasil produksi dari bank sampah ini kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berada di sekitar kampus, sehingga mampu memberikan dampak positif secara sosial dan mendukung ekosistem pertanian lokal di sekitar area perguruan tinggi.
Suasana kolaboratif terlihat saat perwakilan PLN UID Aceh dan pihak Politeknik Negeri Lhokseumawe meninjau lokasi bank sampah, di mana berbagai jenis bibit tanaman siap tanam telah dipersiapkan sebagai hasil dari program pemanfaatan pupuk kompos organik.

Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rizal Syahyadi, menyambut baik sinergi yang terbangun dengan PLN. "Dukungan sarana pengolahan sampah dari PLN sangat berarti dalam mewujudkan program Green Campus di institusi kami. Program ini menjadi wadah edukasi praktis bagi sivitas akademika sekaligus bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan BUMN dalam membangun lingkungan yang lebih baik," ungkapnya.

Inisiatif bank sampah ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dikedepankan oleh perseroan. Sebagai komitmen tambahan dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat, PLN juga terus berinovasi melalui layanan digital. Untuk memenuhi segala kebutuhan layanan kelistrikan dengan cepat, mudah, dan aman, pelanggan diajak untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile yang tersedia secara gratis di Play Store dan App Store.[]
close