Meureudu – Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya pembinaan santri agar memiliki bekal ilmu, akhlak, dan keterampilan sebelum terjun mengabdi di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan pada penutupan Milad dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-58 Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussaadah Aceh di Kompleks YPI Asjadi Darussaadah, Kayee Raya, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa proses pendidikan di dayah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, serta kesiapan santri untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, santri merupakan aset penting bagi Aceh yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat melalui ilmu, akhlak, dan pengabdian yang tulus. Karena itu, berbagai kegiatan seperti MTQ dan ajang ekstrakurikuler menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendorong lahirnya generasi Qurani yang berkualitas.
Muhsin juga mengapresiasi seluruh panitia, pimpinan dayah, dewan juri, serta para peserta yang telah menyukseskan pelaksanaan Milad dan MTQ ke-58 Darussaadah. Ia berharap semangat kompetisi yang sehat dan ukhuwah Islamiyah yang terbangun selama kegiatan dapat terus dipelihara.
Rangkaian Milad dan MTQ ke-58 YPI Darussaadah yang berlangsung sejak 26 hingga 30 Juni 2026 diikuti ratusan santri dari berbagai unit dayah wilayah Pidie dan Pidie Jaya. Beragam cabang perlombaan dipertandingkan, mulai dari tilawah Al-Qur'an, pidato empat bahasa, syarhil Qur'an, qira'atul kutub, tafsir, hingga fahmil Qur'an sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas santri.
Pemerintah Aceh berharap para santri yang telah dibina melalui pendidikan dayah mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan Islam, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan daerah, menjaga nilai-nilai keislaman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. []
