-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jubir Rakyat Desak Pemprov Aceh Evaluasi Pengawasan SMAN 3 Banda Aceh

Rabu, 23 September 2026 | 09.24 WIB | Last Updated 2026-09-23T16:24:52Z
BANDA ACEH – Juru Bicara Rakyat Mahasiswa, Khalilullah, mendesak Pemerintah Aceh mengambil langkah tegas menyikapi kasus pengeroyokan terhadap seorang siswa berusia 15 tahun di SMAN 3 Banda Aceh.

Khalilullah meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengevaluasi sistem pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala SMAN 3 Banda Aceh atas pengawasan terhadap aktivitas siswa.

Menurutnya, kasus tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perilaku siswa, tetapi juga perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pencegahan dan pengawasan terhadap potensi kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kadisdik Aceh dan Kepala SMAN 3 Banda Aceh harus bertanggung jawab sebagai pihak yang memiliki tugas pengawasan. Bagaimana bisa kamar mandi sekolah yang seharusnya berada dalam lingkungan sekolah menjadi tempat terjadinya pengeroyokan hingga korban berdarah? Ini perlu dievaluasi secara serius,” tegas Khalilullah, Rabu (23/9/2026).

Ia meminta Pemerintah Aceh segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala SMAN 3 Banda Aceh, Drs. Muzakkir, M.Pd., untuk meminta penjelasan terkait langkah pengawasan dan pencegahan kekerasan di sekolah.
“Kami meminta Pemerintah Aceh memanggil Kadis Pendidikan Aceh dan Kepsek SMAN 3. 

Berikan teguran keras bila ditemukan kelalaian, evaluasi kinerja, dan perintahkan agar pengawasan di seluruh sekolah diperketat,” ujarnya.

Khalilullah juga mendorong setiap sekolah memiliki prosedur operasional standar (SOP) pencegahan perundungan dan kekerasan serta memastikan area-area yang minim pengawasan tidak menjadi tempat terjadinya kekerasan antarsiswa.
Ia menilai keputusan sekolah
 mengeluarkan lima siswa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut pada Selasa (22/9/2026) merupakan salah satu langkah yang telah diambil. Namun, menurutnya, penanganan kasus tidak cukup hanya dengan memberikan sanksi kepada siswa.

“Yang harus diperbaiki bukan hanya perilaku siswanya, tetapi juga sistem pengawasannya. Pemerintah Aceh perlu memastikan kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain,” katanya.

Khalilullah berharap kasus tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi dunia pendidikan di Aceh agar lingkungan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa.[]
close