-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Aceh untuk Indonesia : Meuseuraya Festival 2026 sebagai Penggerak Ekonomi dan Bersama, Aceh Bangkit Kembali

Selasa, 27 Oktober 2026 | 06.39 WIB | Last Updated 2026-10-27T13:39:35Z


For over a month, Aceh has been left without electricity, LPG, clean water, or ever a reliable telkomsel network. Imagine living without the most basic nesessities of life. How are people supposed to survive under these circumstances?"

Begitulah yang dialami oleh masyarakat Aceh 2025 tahun lalu. Musibah banjir bandang mencapai delapan meter di beberapa kecamatan, bahkan kabupaten bukan hanya menyisakan luka bagi mereka sendiri, tapi juga menghilangkan seluruh harta benda yang ia punya, termasuk anak, orang tua, dan sanak saudaranya. Tak dapat dipungkiri sebulan lebih mengarungi hidup layaknya pada masa orde lama, begitu gelap, jalan yang mereka tapaki terasa sangatlah lambat dan berat.

Pada akhir bulan November hingga Desember 2025 menimbulkan pukulan telak bagi perekonomian Aceh. Nilai kerugian ekonomi akibat banjir bandang di Aceh ditaksir mencapai Rp2,04 triliun (bahkan melampaui Pendapatan Negara Bukan Pajak/PNBP sektor tambang Aceh yang tercatat Rp929 miliar). Dalam skala regional Sumatera, kerugian gabungan menembus angka Rp6,28 triliun. Sektor sawah yang terdampak mencapai 89.582 hektare dari total 202.811 hektare dengan sekitar 27.065 hektare diantaranya mengalami puso (rusak total/tidak dapat ditanami) dan kerugian sawah saja ditaksir menembus Rp1,164 triliun. Tanaman lain seperti jagung, hortikultura, dan perkebunan turut rusak.

Perjalanan bencana itu menyebabkan lumpuhnya distribusi dan pasar karena putusnya akses jalan dan jembatan (seperti jalur Bireuen–Takengon dan akses ke Aceh Tengah serta Bener Meriah) sehingga supply shock, kelangkaan bahan pokok, dan lonjakan harga sementara pada komoditas tertentu. Tidak hanya itu, kredit dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikut terganggu. Aktivitas UMKM sempat terhenti total dengan nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdampak gangguan operasional mencapai miliaran rupiah di wilayah Aceh dan sekitarnya. 

Kenaikan kemiskinan dan beban inflasi juga ikut terseret. Pengamat ekonomi menilai bencana ini memperdalam kantong-kantong kemiskinan di Aceh karena masyarakat kehilangan mata pencaharian utama (petani, peternak, pedagang) sementara harga kebutuhan hidup sempat melonjak. Di tengah hantaman bencana tersebut, perekonomian Aceh sempat tercatat tumbuh di angka 4,86 persen, tetapi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. BI bersama pemerintah daerah mempercepat program pemulihan melalui restrukturisasi pembiayaan/kredit bagi nasabah terdampak, normalisasi lahan pertanian, serta perbaikan jaringan irigasi.

Lambat laun, pasokan atau komoditas itu mulai masuk ke area kota walaupun masih melewati jembatan buka tutup dan harus antre berjam-jam, tetapi setidaknya pasokan itu masih bisa dipenuhi bagi masyarakat. Pada tahun 2026 jual beli mulai normal kembali, jembatan lintas Medan Banda Aceh sudah selesai dan berhasil jembatani hasil panen petani yang sempat dihempas banjir bandang. 

Alhamdulillahnya, BI terus melakukan pemantauan dan pada 22 s.d. 25 Oktober gelar Meuseuraya Festival 2026 yang bertemakan " Meukarya Wastra Indatu: Menenun Warisan, Merajut Daya Saing Aceh”. Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat potensi wastra, UMKM, serta seni dan budaya Aceh. Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini juga menyampaikan, festival ini dapat menjadi peluang lebih besar bagi pelaku UMKM, khususnya di Aceh, terlebih pascabencana tahun lalu. Sementara ini, terkait inflasi BI terus diperhatikan terkait penyumbang inflasi yang dominan. Pada September 2026, inflasi Provinsi Aceh tercatat sebesar 0,36% (mtm) atau 5,03% (yoy). 

Meuseuraya kalau diartikan dalam bahasa Aceh "bersama-sama kita gotong royong" artinya tidak hanya UMKM atau pengisi acara, bahkan peserta yang hadir saja. Akan tetapi, pengunjung yang datang juga ikut meramaikan serta yang melakukan tranksaksi bisa membantu perekonomian UMKM. Adapun kegiatan yang diselenggarakan diantaranya lomba memasak, menari, mewarnai, rapa'i geleng, vokal, fashion show, dance, dan perlombaan lainnya. Ada juga workshop makeup, ceramah Ustad Hanan Attaki, bedah buku, donor darah, penukaran uang logam, masak besar kenduri daging, pameran produk, pertunjukan budaya Aceh, dan lainnya.

Artinya apa? Dari seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, BI Aceh bersama stake holder terkait tidak hanya fokus pada UMKM saja, tatapi juga masyarakat. Uniknya pada Minggu, 25 Oktober 2026 kegiatan masak besar kenduri meuseuraya yang didampingi oleh Chef Sukma Dewi membagikan daging masak merah gratis untuk 1500 porsi. Ada satu kalimat yang sangat selaras dengan kegiatan tersebut "Ibu Cerdas Bijak Belanja di Dapur" karena memasak dengan menggunakan daging yang sudah dibekukan (freezer) dan bubuk cabai tidak kalah enak rasanya dengan daging yang masih segar serta cabai merah mentah. 

Bukan sekadar ikut kegiatan, tapi masyarakat juga bisa sambil belajar menekan inflasi atau ganti produk bubuk cabai jika suatu saat pasokan tak ada dan harga melonjak tinggi, ini suatu kebanggaan bagi masyarakat yang menyaksikan serta ikut mencicipinya. Tidak hanya itu, mungkin bisa diputar sekilas pada Sabtu, 24 Oktober 2026? Ada Chef Nicky yang mengisi sesi demo masak serta memeriahkan kompetisi memasak serba ikan yang diikuti oleh 32 tim dari berbagai wilayah. Dari proses memasak hingga mencicipi serta menilai, Chef Nicky terlihat antusias menikmati acara ini karena semangat peserta dalam memasak hidangannya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BI Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dan DKP Aceh yang tujuan utamanya adalah mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, mempromosikan budaya kuliner Nusantara serta mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Tak hanya memasak, tidak menang pun pesertanya sangat sumringah karena bisa berfoto dengan Chef Nicky sendiri, pilihan chef sangat memperhatikan dominan ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Closing ceremony pun banyak masyarakat yang datang untuk menikmati hari terakhir festival dan berkonser riang gembira yang ikut dimeriahkan oleh tim Theovertunes dari Jakarta. Kegiatan tersebut cukup meriah, tertata, terlebih pascabanjir itu ada. Senyum yang ada di wajah masyarakat begitu ikhlas karena bisa memasarkan produk mereka dan pembeli bisa memilah-memilih produk yang mereka inginkan di sana. Meuseuraya festival 2026 melebihi target pengunjung, yakni tembus 10.000 lebih dan capai angka transaksi miliaran rupiah. 

Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan, kegiatan tersebut mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp3 miliar. Dari jumlah itu, transaksi domestik dan ritel tercatat mencapai Rp1,5 miliar. Ada 100 lebih UMKM yang dilibatkan, berbagai macam lomba, pameran produk, pertunjukan budaya Aceh dan lainnya. kegiatan ini sukses tidak terlepas dari kerja sama dari semua pihak terkait. Harapannya agar semua yang terlibat terus mendukung perekonomian Aceh, terlebih dalam memajukan UMKM.

Perekonomian yang terus berkembang merupakan harapan bagi setiap masyarakat. Stabilitas harga, meningkatnya daya beli, terbukanya lapangan pekerjaan, serta terjaganya nilai rupiah menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, peran pemerintah dan BI patut mendapat perhatian dan apresiasi. Apabila indikator perekonomian menunjukkan perbaikan, apresiasi tentu layak diberikan kepada seluruh pihak yang berkontribusi. Namun, keberhasilan ekonomi tidak semestinya hanya diukur melalui angka pertumbuhan nasional. Kesejahteraan masyarakat juga harus tercermin dalam harga kebutuhan pokok yang terjangkau, pendapatan yang memadai, kesempatan kerja yang lebih luas, serta akses terhadap layanan dasar yang layak.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang positif perlu diikuti dengan pemerataan pembangunan. Masyarakat di berbagai daerah harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati hasil pembangunan. Ketersediaan listrik, air bersih, energi untuk memasak, jaringan komunikasi, dan infrastruktur yang memadai merupakan bagian penting dari fondasi perekonomian yang sehat. Oleh karena itu, terima kasih kepada pemerintah dan Bank Indonesia atas setiap kebijakan dan upaya yang benar-benar memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Apresiasi ini sekaligus menjadi harapan agar stabilitas ekonomi dapat terus dipertahankan, pertumbuhan dapat ditingkatkan, dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi bukan sekadar tentang meningkatnya angka statistik, melainkan tentang sejauh mana masyarakat dapat hidup lebih layak, memperoleh kesempatan yang adil, dan menjalani kehidupan dengan aman serta sejahtera. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari perubahan suku bunga internasional hingga fluktuasi harga komoditas, Indonesia membutuhkan kebijakan ekonomi yang responsif dan terukur. Bank Indonesia berperan menjaga kepercayaan pasar, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendukung kelancaran transaksi masyarakat melalui pengembangan sistem pembayaran digital. 

Salah satu aspek penting dalam kebijakan BI adalah pengendalian inflasi. Kenaikan harga barang dan jasa dapat mengurangi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menghadapi tekanan ekonomi yang berlebihan. Selain itu, perkembangan digitalisasi sistem pembayaran turut membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi. Penggunaan pembayaran digital, termasuk QRIS, membantu mempermudah transaksi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Bagi pelaku UMKM, perkembangan ini dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas jangkauan konsumen.

Kembali lagi pada kalimat di atas "Ibu Cerdas Bijak Belanja di Dapur" bersama pemerintah kita siap tembur. Pemerintah memantau, masyarakat jangan membeli semuanya karena terpukau. Beli sesuai kebutuhan, jadi mari sama-sama kita menjaga dan mendukung perekonomian Aceh #sobatrupiah #MeuseurayaFestival2026

Penulis : Auliana Rizky dari Sinaraceh.comembali
close