-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Haru dan Air Mata di Kutacane: Perjalanan Panjang Murni, Ibu ODGJ Asal Aceh Tenggara yang Akhirnya Pulih dan Kembali ke Pelukan Keluarga

Rabu, 04 November 2026 | 19.55 WIB | Last Updated 2026-11-05T03:55:33Z


Aceh Tenggara - Hari-hari penuh penantian panjang itu akhirnya terbayar sudah dengan tetesan air mata kebahagiaan. Setelah lebih dari empat tahun terpisah ribuan kilometer dalam kondisi terlantar dan mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) di negeri Jiran Malaysia, Murni seorang ibu asal Kabupaten Aceh Tenggara kini benar-benar telah kembali ke pangkuan keluarganya di tanah kelahiran, Kutacane. Kamis (05/11) 

Kisah kepulangan Murni bukan sekadar cerita tentang perjalanan fisik melintasi batas negara, melainkan sebuah narasi menyayat hati tentang betapa kuatnya ikatan seorang ibu, sekaligus potret perjuangan kemanusiaan yang melibatkan uluran tangan banyak pihak.

Waktu yang Hilang dan Pertumbuhan Anak yang Terlewat

Bagi keluarga, terutama anak-anak yang ditinggalkan, empat tahun lebih adalah rentang waktu yang terasa sangat panjang dan sunyi. Saat Murni pertama kali harus terpisah dari keluarganya beberapa tahun silam, anak bungsunya masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) masih seorang anak kecil yang begitu membutuhkan kehangatan dan pelukan seorang ibu di setiap malamnya.

Kini, roda waktu berputar tanpa bisa diulang. Di tahun 2026 ini, sang anak bungsu yang dulu ditinggal dalam balutan kepolosan masa kecilnya, telah tumbuh menjadi seorang pelajar yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar. Begitu banyak momen tumbuh kembang, tawa, dan tangis anak-anak yang terlewatkan oleh Murni dalam sunyinya hari-hari di Malaysia. Namun, takdir berkata lain, kasih sayang seorang ibu akhirnya mempertemukan kembali mereka dalam sebuah dekap haru yang teramat dalam di Kutacane.

Perjuangan Panjang di Balik Pemulangan Murni

Kepulangan Murni dari Malaysia tentu tidak terjadi begitu saja. Ada kerja keras, koordinasi lintas sektoral, dan ketulusan hati para pemimpin serta pejabat daerah yang bergerak cepat begitu mendengar nasib pilu anak Aceh yang terlantar di negeri orang.

Upaya pemulangan Murni hingga bisa menginjakkan kaki kembali di bumi Aceh Tenggara ini dimotori langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan. Dengan penuh tanggung jawab moral, beliau terus-menerus membangun koordinasi intensif bersama Gubernur Aceh.

Langkah taktis tersebut kemudian disempurnakan melalui kerja sama erat dengan Kepala Dinas Sosial Aceh serta Baitulmal Aceh, yang bergerak bersama memastikan segala urusan administratif pemulangan, penjemputan, hingga pemulihan Murni dapat berjalan lancar sampai di kampung halaman.

Kini, Murni tidak lagi sendiri. Di tanah kelahiran yang ia rindukan, di tengah pelukan hangat keluarga dan anak-anak yang kini telah beranjak besar, babak baru kehidupan Murni telah resmi dimulai membawa serta asa bahwa kasih sayang keluarga adalah obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan segala luka dan kepedihan masa lalu. (MH)
close