-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BI Aceh Terus Memantau Inflasi Terkendali Sembari Pemulihan Pasokan Pascabencana

Kamis, 26 Februari 2026 | 22.47 WIB | Last Updated 2026-02-27T06:47:17Z
Sinaraceh.com | Banda Aceh - Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) hingga Januari 2026 sebesar 6,09%, dengan kenaikan bulanan (month to month/mtm) sebesar 3,55% pada bulan yang sama. Peningkatan tekanan harga ini disebabkan utama oleh dampak bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa daerah pada akhir November 2025, yang mengganggu jalur distribusi serta aktivitas produksi komoditas strategis.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini menyampaikan gejolak harga terutama pada komoditas pangan akibat distribusi pasokan yang masuk kurang pascabencana, namun hal tersebut sudah dikendalikan.

Harga pangan naik saat bencana karena jalan lintas Medan Banda Aceh saat itu belum bisa dilewati. BI tidak hanya mendukung dari sistem kebijakan, tetapi juga dari konsumsi masyarakat itu sendiri. Agus juga sebut ada empat langkah bijak yang harus dilakukan, yakni bijak membeli, bijak memilih, bijak konsumsi, dan bijak bertransaksi.

Akan tetapi, ia berharap dengan seiring berjalannya waktu distribusi pangan lebih membaik di masa-masa yang akan datang bulan-bulan selanjutnya dan BI terus memantau angka inflasi. Masyarakat juga diharapkan jangan panic buying. 

"Belanjalah dengan bijak, yakni sesuai kebutuhan, belanja yang bijak akan membantu masyarakat kita sembari pemulihan pasokan pascabencana," ucapnya pada kegiatan Bincang-Bincang Media, Kamis (26/2/2026) di Nagita Resto.

"Apalagi ini ramadan dan kita terus memantau inflasi terkendali mulai bulan depan," tutupnya [Auliana Rizky]
close