ACEH TENGGARA — Di sebuah sudut Desa Tite Hakhapen, Kecamatan Babul Rahmah, helaan napas berat dari dada seorang bayi mungil memecah heningnya malam. Bayi Fathul Karim Azmi, sosok malaikat kecil yang baru menghirup udara dunia selama 18 hari, kini harus bertaruh nyawa menghadapi ujian hidup yang tak terbayangkan.
Putra tercinta dari pasangan Fahrul Azmi dan Sri Hayati ini didiagnosis menderita sianosis serta dugaan kuat kelainan jantung bawaan (Transposition of the Great Arteries / TGA). Di usianya yang belum genap tiga minggu, tubuh rentan Bayi Fathul harus melewati masa-masa kritis, bergulat dengan demam tinggi, kejang, hingga sesak napas yang kian berat.
Perjuangan Tanpa Lelah dari Kutacane hingga Medan
Kisah memilukan ini bermula ketika kondisi kesehatan Bayi Fathul tiba-tiba menurun drastis. Dengan cemas dan derai air mata, sang ibu memeluk erat buah hatinya menuju RSIA Keluarga Desa Kutacane. Namun, keterbatasan fasilitas membuat bayi malang ini harus segera dirujuk ke RSU Haji Medan.
Di Medan, tim dokter bergerak cepat. Di bawah penanganan dr. Rizky, Sp.A(K) dan dr. Sevina Marisya, Sp.A, tindakan medis berupa pemasangan ring jantung telah berhasil dilakukan. Namun, perjuangan belum usai. Hasil evaluasi medis menyimpulkan satu hal yang genting: Bayi Fathul harus segera diberangkatkan ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka demi menyambung napas mungilnya.
Dinding Kemiskinan dan Harapan yang Tersisa
Informasi mengenai kondisi kritis ini langsung ditanggapi oleh Pendamping Sosial, Muhammad Husni, yang turun ke lapangan untuk melakukan asesmen awal pada Kamis (24/9/2026). Di balik keharusan medis tersebut, terkuak ganjalan besar yang membuat kedua orang tua Fathul tak berdaya.
Ayah Fathul, Fahrul Azmi, hanyalah seorang buruh tani harian lepas yang menggantungkan hidup dari keringat di ladang orang, sementara sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga. Walau biaya pengobatan medis ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan, dinding kemiskinan menjadi ganjalan besar bagi mereka. Biaya operasional non-medis, seperti tiket pesawat menuju Jakarta, akomodasi tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan harian selama masa pemulihan di ibu kota, berada jauh di luar jangkauan pasangan suami istri ini.
"Kami ingin anak kami sembuh dan bernapas lega seperti anak-anak lain, tapi kami bingung harus mencari biaya ke mana lagi untuk berangkat ke Jakarta," tutur Fahrul dengan nada bergetar, menahan duka mendalam.
Uluran Tangan untuk Senyum Bayi Fathul
Setetes kepedulian dari kita adalah napas kehidupan bagi Bayi Fathul Karim Azmi. Mari bersama-sama meringankan beban keluarga ini agar sang buah hati dapat segera berangkat menjalani operasi pemulihan jantung di Jakarta.
Bagi Bapak/Ibu dan Sahabat Dermawan yang tergerak hatinya untuk menyalurkan bantuan operasional pengobatan, donasi dapat dikirimkan langsung melalui:
- Bank: Bank Syariah Indonesia (BSI)
- Nomor Rekening: 7350270633
- Atas Nama: Fahrul Azmi (Orang Tua Pasien)
- Konfirmasi & Informasi (WhatsApp): 082367340270 (a.n. Fahrul Azmi)
Sekecil apa pun donasi dan doa yang Anda berikan, sangat berarti untuk menyambung senyum dan masa depan Bayi Fathul. Mohon bagikan kabar ini kepada kerabat dan sahabat lainnya. (Husni)
