-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Malam Kelam di Bumi Sepakat Segenap: Kala Air dan Tanah Meluapkan Duka di Aceh Tenggara

Sabtu, 26 September 2026 | 01.10 WIB | Last Updated 2026-09-26T08:10:55Z
Di tengah lelapnya malam, saat warga berharap dapat beristirahat dengan tenang, alam berkata lain. Sabtu dini hari (26/9/2026) sekitar pukul 00.15 WIB, hujan dengan intensitas tinggi melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Sapuan air deras tak hanya memecah keheningan malam, tetapi juga meluapkan duka bagi ratusan jiwa di Bumi Sepakat Segenap.

Berdasarkan laporan resmi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, Bahagia Wati, yang dihimpun secara cermat dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di lapangan, banjir dan longsor melanda sedikitnya 6 desa di 4 kecamatan.

Detik-Detik Air Meluap dan Janji Harapan yang Terancam

Tingginya curah hujan memicu lonjakan debit air yang signifikan di Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga. Tekanan arus sungai yang begitu kuat akhirnya membobol tanggul Sungai Lawe Kisam di Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran. Air sungai berarus deras merangsek masuk, menggenangi permukiman warga dan merendam hamparan sawah tempat masyarakat menggantungkan asa.

Duka mendalam terasa saat menatap lahan pertanian warga. Lebih dari 50 hektar tanaman padi yang rata-rata baru berusia 40 hingga 45 hari setelah tanam masa-masa hijau saat petani menaruh harapan besar untuk panen kini tenggelam dan terancam rusak tergerus lumpur.

Tak hanya banjir, tanah longsor juga menimbun ruas jalan nasional Kutacane - Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Material longsor merobohkan tiang listrik PLN hingga menyebabkan pemadaman di beberapa titik, memutus akses transportasi sekaligus merenggut cahaya di tengah kepungan bencana.

Peta Wilayah Terdampak dan Kondisi Warga

Kerusakan dan luapan air tersebar di beberapa titik sentral. 
1. Kecamatan Lawe Sumur: Desa Terutung Megara Lawe Pasaran (Dusun Nasi) dan Desa Kisam Gabungan. Tanggul jebol melumpuhkan 40 ha lahan padi di Dusun Nasi serta 10 ha sawah di Kisam Gabungan
2. Kecamatan Bambel: Desa Terutung Seperai dan Desa Pancar Iman.
3. Kecamatan Bukit Tusam: Desa Maha Singkil.
4. Kecamatan Ketambe: Desa Kati Maju, di mana akses jalan nasional terputus akibat longsor dan tiang listrik tumbang.
5. Potensi Ancaman Lain: Di Desa Batumbulan Asli, fasilitas sanitasi umum di Dusun Lawe Bulan terancam hanyut tergerus derasnya luapan Sungai Lawe Bulan.

Keteguhan Jiwa di Tengah Ujian

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak langsung pada 49 Kepala Keluarga (186 jiwa). Kendati kehilangan sebagian mata pencaharian dan tempat tinggalnya terendam, berkat kesiapsiagaan dan semangat gotong royong warga, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terisolasi di pengungsian (nihil pengungsi).

Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagia Wati, menegaskan bahwa pihak Dinas Sosial bersama jajaran TKSK di setiap kecamatan terus bersiaga penuh di lapangan. Pendataan, koordinasi lintas sektor, 

Ujian ini menjadi cermin betapa tangguhnya masyarakat Aceh Tenggara. Di balik dinginnya lumpur dan gelapnya malam, kepedulian sosial serta uluran tangan antar-sesama terus menyala, memberikan kehangatan dan harapan bahwa mereka tidak berjalan sendirian melewati masa sulit ini. (Husni)
close