Aceh Tenggara - Tim Kajian MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) secara resmi turun langsung ke Kabupaten Aceh Tenggara guna menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat daerah. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan implementasi kekhususan Aceh berjalan secara komprehensif, inklusif, serta menyentuh seluruh pelosok wilayah perkotaan hingga pelosok bumi Sepakat Segenep.
Kegiatan penyerapan aspirasi yang berlangsung intensif ini mendapat perhatian mendalam dari berbagai lapisan elemen masyarakat lokal, khususnya generasi muda yang menginginkan adanya perhatian konkret terhadap keadilan pembangunan antarwilayah di Provinsi Aceh.
Tokoh Pemuda Aceh Tenggara, Surya Desky, menyambut positif serta mengapresiasi kehadiran Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA di daerahnya. Dalam keterangannya yang disampaikan pada Sabtu (26/9) kepada Sunar Aceh, ia menegaskan pentingnya momentum ini untuk menyuarakan kebutuhan riil masyarakat Aceh Tenggara yang selama ini dinilai masih memerlukan dorongan optimal dari pemerintah pusat maupun provinsi.
"Kehadiran Tim Kajian ini merupakan langkah nyata yang sangat kita harapkan. Aceh Tenggara memiliki karakteristik dan potensi daerah yang sangat khas, baik dari sektor pertanian, pariwisata ekologis, hingga sumber daya pemuda. Penyerapan aspirasi ini tidak boleh sekadar menjadi agenda formalitas, tetapi harus melahirkan rekomendasi Kebijakan yang berdampak langsulng," tegas Surya Desky.
Lebih lanjut, Surya Desky menyoroti beberapa poin penting yang dinilai menjadi prioritas utama Aceh Tenggara, di antaranya.
1. Pemerataan Pembangunan Infrastructure dan Ekonomi: Perlunya percepatan konektivitas antardaerah serta dukungan anggaran yang memadai untuk pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
2. Penguatan Hak Kekhususan dan Regulasi: Penyelarasan poin-poin UUPA agar selaras dengan kebutuhan pembangunan masyarakat di wilayah tengah-tenggara Aceh.
3. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM): Alokasi dana khusus untuk pengembangan kapasitas pemuda, pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja produktif.
Surya Desky berharap, dengan turunnya Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA ke lapangan, seluruh masukan yang telah dihimpun dapat dikawal hingga tingkat pembuat kebijakan di Banda Aceh maupun Jakarta. Ia mengaitkan harapan besarnya agar Aceh Tenggara ke depan dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai keistimewaan serta kekhususan Aceh. (Husni)
